Minggu, 17 Maret 2013

Utamakan Kuliah Atau Dahulukan Organisasi




Cacatan Organisasiku
di Tengah
Perjalanannya
­­­


 Kekuatan dan keinginan yang kuat dari mahasiswa Teknik Industri UMB untuk melaksanakan fungsionaris organisasi Ikatan Mahasiswa Teknik Industri (IMTI), dalam menyalakan api Idealisme mengerakkkan roda organisasi ditengah himpitan dan tugas perkuliahan dan tugas yang banyak, namun Idealisme kami bukan jaminan sambung menyambungnya kegiatan mahasiswa di IMTI karena masih ada kendala yang dihadapi.

Berikut evaluasi yang merupakan hasil pengamatan kami dilapangan :

a.       Profesionalisme merupakan masalah yang cukup berarti dikepanitiaan, kejadiaan-kejadian
yang seharusnya tidak terjadi, juga masih terjadi dikepanitiaan. Misalnya telatnya laporan anggaran seksi-seksi, ada beberapa koordianator seksi yang tidak mengkordinator anggotanya.

b.       Keuangan merupakan permasalahan klasik yang selama ini terjadi, inilah yang menjadi
simulasi kami untuk mencari cela dana lainya sehingga kegiatan - kegiatan IMTI dapat juga terlaksana.

c.       Sumber daya manusia PANPEL fungsionaris organisasi merupakan SDM yang dialokasikan
pada proker-proker organisasi IMTI, jarak antara proker saling berdekatan sehingga terjadi kejenuhan berorganisasi (bekerja) yang menyebabkan terhambatnya stabilitas jalanya kepanitiaan. Diharapkan untuk tahun mendatang ada sinergisasi antar elemen angkatan dalam menjalankan proker fungsionaris organisasi IMTI ini.

d.       Keluangan waktu menjadi masalah baru dalam kondisi organisasi kemahasiswaan setelah
keuangan dan SDM. Aktifitas kemahasiswaan lebih merupakan “profesi sambilan” atau ‘prioritas tambahan’ akibatnya tidak ada orang-orang yang serius memikirkan agenda-agenda kepanitiaan.

e.       Karakter kepemimpinan yang kuat juga menjadi faktor keberhasilan suatu organisasi. kualitas pemimpin dapat menjamin proses pencapaian Visi berjalan dalam koridor yang benar.

f.        Minimnya komunikasi antar anggota PANPEL fungsionaris organisasi IMTI-FT UMB sendiri,
dan pihak-pihak lain menyebabkan tidak terjadinya mekanisme check and balance , seolah telah pusing, dengan permasalahan individu dan tidak melakukan fungsi koordinasi yang sebenarnya dapat melakukan back up terhadap kekurangan yang dimiliki.

g.       Evaluasi kerja yang bersifat personal berakibat pada keseriusan anggota dalam mengekskusi
dan mewacanakan agenda. Hal ini terlihat dari keikutsertaan mahasiswa yang minim dalam rapat kepanitiaan yang dapat menggangu proses pembahasan dan pengambilan keputusan. Sebenarnya pengurus IMTI yag membawahi kepanitiaan dapat membentuk suatu badan pengawas kinerja panitia, sehingga panitia dapat bekerja optimal, Selama ini pengontrolan panitia oleh pengurus IMTI kurang maksimal.

h.       Ketidakrapihan dokumen merupakan suatu permasalahan tersendiri, kurang berjalanya
fungsi kesekretariatan IMTI menyebabkan kesulitan dalam evaluasi, sementara proses yang terjadi terdokumentasi dengan baik.

Keterangan :

Evaluasi ini hanya bersifat sebagai dan hanya dari sudut pandang kami selaku mahasiswa Teknik Industri dan pengurus IMTI, adalah suatu yang sangat mungkin salah.


§     Saran untuk ketua pelaksana Fungsionaris Organisasi IMTI yang akan datang :

Disini kami tidak bisa menyarankan bagaimana menjadi pemimpin yang baik karena kami sendiri masih dalam tahap pembelajaran, tapi kami selalu berpedoman pada garis-garis dibawah ini yang kami ambil dari sebuah perpustakaan, yaitu sebagai berikut:

a.       Tundukkan kepentingan pribadi bagi kepentingan umum, sehingga berlaku
semboyan-semboyan sebagi berikut :
1.       Organisasi adalah saya, tapi saya bukanlah organisasi.
2.       Hati lebih keras dari pada lapar.
3.       Tak seorang, berniat pulang waktu mati nanti.

b.       Anda dan anggota anda adalah creator segala keindahan, maka cintailah kerja
dengan slogan 3 baik: bekerja baik, belajar baik, moral baik.

c.       Dalam memimpin, dasarkan pada 4 jelas : jelas tujuan, jelas sandaran, jelas
sekutu, jelas sasaran.

d.       Anda harus bersikap keras terhadap diri sendiri dan bijaksana terhadap orang
lain. Hal ini dimaksudkan supaya teguh memegang prinsip dan luwes dalam penerapannya.

e.       Dalam menghadapi kesungkaran dan kesulitan supaya berani, pandai dan
waspada dengan menjunjung tinggi semboyan : “senantiasa mengharapkan yang baik, namun siap untuk yang paling sulit”

Lima point diatas itulah yang menuntut kalian untuk mengabdi tanpa reserve kepada organisasi. Kami berusaha keras untuk merealisasikan dalam praktek dengan suatu keyakinan bahwa dalam praktek saya pasti ada kekurangan dan kesalahan.


§     Saran untuk kepanitiaan Fungsionaris Organisasi IMTI berikutnya :

     Beberapa hal yang biasa kami sarankan untuk kepanitiaan selanjutnya maupun untuk pihak-pihak yang berkepentingan dapat kami rangkum secara garis besar sebagai berikut:

a.       Panitia mempersiapkan diri dengan baik, terutama dengan memanajemen waktu yang baik.

b.       Kandidat wakil ketua sebaiknya dipilih oleh ketua pelaksana yang selanjutnya
dipilih dengan suara terbanyak sehingga ada loyalitas terhadap ketua pelaksana.

c.       Mamfaatkan keberadaan wakil ketua sehingga ketika ketua pelaksana
berhalangan hadir agenda-agenda kegiatan masih bisa tetap dilaksanakan oleh panitia.

d.       Kabid seharusnya tidak masuk dalam kepanitiaan dan menjadi tim pengawas
yang akan mengawasi kinerja panitia dan menyampaikan hasil pengawasanya kepada ketua IMTI.

e.       Kabid dapat membantu panitia dalam menarik aspirasi massa teknik idustri dan
juga membantu menyebarluaskan informasi dan hasil-hasil yang didapat oleh panitia, karena hal ini akan sangat membantu kinerja panitia.

f.        Membentuk iklim kerja yang lebih baik dikepanitiaan semua elemen panitia ikut
serta aktif mengusahakan terbentuknya iklim kerja yang lebih efektif dan efisiensi di kepanitiaan.

g.       Adanya administrasi dokumentasi yang baik.


Rudini Mulya Daulay
Ketua Umum IMTI – FT UMB
 
???




REFLEKSI IMTI_FT UMB


Setiap diri kita memiliki arti dan setiap diri adalah berharga,
itulah mahasiswa yang berdaya!
Perbaikan harus terus dilanjutkan untuk meraih kemajuan
dan melapangkan jalan panjang perjuangan yang penuh dengan duri.
Seperti diri kader IMTI UMB, setiap diri kita adalah berharga karena adanya kita akan menopang atau menyebabkan adanya yang lain dalam medan perjuangan. Setiap diri dari kita akan turut menentukan apakah jalan perjuangan kemahasiswaan akan terseok-seok atau tidak! akan terus atau terhenti!

Mahasiswa atau orang lain akan bangga saat melihat kita semua yang senantiasa penuh semangat menyusun rencana dan menggulirkan berbagai program untuk
kemahasiswaan yang lebih baik, untuk kehidupan yang lebih baik.
Setiap tetes keringat,
setiap kedipan mata tuk mengusir rasa kantuk,
setiap getaran tubuh tuk mengusir dinginnya malam
Yakin akan tercatat sebagai upaya kita tuk menopang pilar-pilar perjuangan mahasiswa
untuk IMTI UMB yang lebih baik,
untuk Indonesia yang lebih baik.

Kita semua adalah rantai motor perjuangan yang saling bertautan.
Kelemahan atau kekuatan satu dari kita akan sangat mempengaruhi gerak dari motor perjuangan tersebut atau bahkan akan menghentikan gerak motor tersebut karena rantai yang terputus.
Wahai para Pewaris Perjuangan
Saluran telah dipilih, mau bangga ataupun tidak
Inilah Himpunan kita tercinta.
setiap diri kita memiliki arti dan setiap diri adalah berharga,
itulah mahasiswa yang berdaya!
Perbaikan harus terus dilanjutkan untuk meraih kemajuan
dan melapangkan jalan panjang perjuangan yang penuh dengan duri.
Seperti diri kader IMTI UMB,
,,,

Tidak akan pernah bisa
untuk dipungkiri kalau kita adalah bagian darinya.
Himpunan ini akan menjadi bagian dalam lembaran sejarah hidup kita.
Jangan jadikan kampus sekadar tempat membuang uang
Janganlah jadikan Himpunan ini sebagai alat ego kita
Berikanlah yang terbaik untuk keduanya dan untuk Indonesia.

Perjuangan harus terus dilanjutka
n oleh...

Kau...
Dia...
Mereka...
atau Aku...


“….BEKERJALAH, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu'min
akan melihat pekerjaanmu ….”

Q.S At-Taubah (9):105

Rekapulasi IMTI


Sumber: suara Pembaharu_rudinymulya@gmail.com



Tidak ada komentar:

Posting Komentar