Minggu, 17 Maret 2013

Sertifikat Kepengurusan Teknik Industri untuk Apresiasi kinerja IMTI 2012/2013




S U R A T MEMORANDUM
NOMOR : CB.3/07/ 09-Mem/XII/2012
TENTANG
PERMOHONAN PEMBUATAN SERTIFIKAT TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNIK 2012/2013


Dengan nama Allah yang maha pengasih dan penyayang, Ikatan Mahasiswa Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana setelah :

Menimbang          : 1. Perlunya percepatan kepemilikan Sertifikat Kepengurusan Teknik Industri untuk Apresiasi kinerja maupun Tanda Jasa Anggota kelembagaan IMTI  sehingga tercapainya tujuan IMTI FT UMB.

Mengingat             : 1.  GBHO dan GBHK IMTI FT UMB Periode 2012/2013.
                               2.  Berdasarkan Surat Ketetapan Pada Acara Mubes dan Sidang Umum IMTI - FT UMB Tanggal 21 November 2012.


MEMUTUSKAN

Menetapkan         :

PERTAMA            Diwajibkan untuk seluruh mahasiswa Teknik Industri Angkatan 2009, 2010, 2011, 2012 menandatangani surat MEMORANDUM ini sebagai bentuk partisipasi dan aksi mendukung keputusan dari Surat Ketetapan organisasi IMTI - FT UMB Tanggal 21 November 2012.

KEDUA                : Keputusan ini mulai berlaku sejak Tanggal ditetapkannya dengan catatan, jika di      kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan maka akan diadakan perubahan sebagaimana mestinya.
                                                 
                                                  Ditetapkan di              : Gedung C-203 Univ. Mercu Buana Jakarta
                                                             Pada Tanggal  :  21 November 2012
                                                             Pukul               :  12.00 WIB


Hormat Kami
Ikatan Mahasiswa Teknik Industri



Rudini Mulya Daulay


 
PORTOFOLIO


     Dengan tujuan untuk membentuk (Sertifikat Kepengurusan Teknik Industri) di Universitas Mercu Buana adalah proses pendidikan dalam rangka membentuk karakter. Sikap guru besar yang bertanggung jawab dan kepakarannya dalam lingkungan ilmu adalah sumbangan yang besar dalam pembentukan karakter ini, tetapi itu saja belumlah cukup. Mahasiswa sendiri juga harus ikut serta mendidik dirinya sendiri (learning by themselves) dengan tetap berpedoman pada nilai kebenaran ilmiah. Mereka harus senantiasa melakukan kritik dan koreksi atas dirinya sendiri. Dalam alam yang merdeka ini mahasiswa menemui suasana yang baik untuk membentuk karakter akademiknya, yaitu kebenaran, keadilan, kejujuran, dan kemanusiaan. Alam merdeka seperti inilah yang menjadi karakteristik perguruan tinggi.

 

Gambar : Sampel Sertifikat 1
Design Denny Permana

 Proses dan upaya (Sertifikat Kepengurusan Teknik Industri) mendidik diri-sendiri ini tidak akan berjalan efektif apabila dilakukan sendiri-sendiri dan tak tersistemasi. Oleh karena itu mahasiswa butuh alat untuk mengorganisir dan mensistemasi upaya-upaya mendidik diri-sendiri ini, Alat itu adalah organisasi kemahasiswaan. 

Oleh karena itu organisasi kemahasiswaan muncul karena adanya kebutuhan dari mahasiswa sendiri untuk menjamin efektivitas dan efisiensi upaya-upayanya dalam mendidik diri-sendiri. 

Pada awal pembahasan Sertifikat Kepengurusan Teknik Industri dinyatakan bahwa proses pendidikan dilakukan untuk membantu mahasiswa membentuk visi masa depan dan menghadapi tantangan masa kini dan masa depannya.

     Organisasi kemahasiswaan harus dapat menjadi alat ampuh bagi mahasiswa untuk membentuk visi dan menjawab tantangan itu. Yang menjadi persoalan selanjutnya adalah apa sebenarnya visi  tantangan di kalangan insan akademis itu.

Gambar : Sampel Sertifikat 2
Design Denny Permana
 

Yang dimaksud visi insan akademis sebenarnya adalah pola pandang tentang bentuk atau tatanan seluruh aspek kehidupan masa depan yang baik dan benar menurut kaidah ilmiah.Sekali lagi, visi dan tantangan ini bukanlah tujuan dari proses pendidikan, tetapi merupakan tugas dan medan perang yang harus dihadapi setiap generasi yang sedang atau telah menjalani proses pendidikan.

Oleh karena itu tujuan proses pendidikan adalah membantu dan memberi alat bagi mahasiswa untuk menghadapi tugas dan medan perangnya. 

     Sekarang, untuk membantu merumuskan bagaimana membentuk mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan yang mampu menjawab visi dan tantangan masa depan, maka dirumuskan visi tatanan kehidupan masyarakat depan yang ideal dan bersifat universal.

Gambar : Sampel Sertifikat3
Design Denny Permana

Tatanan masyarakat masa depan yang ideal adalah tatanan masyarakat yang memiliki nilai partisipatif, aspiratif, mandiri, nonhegemonik, dan beretika. Artinya adalah : 

a)    Setiap anggota masyarakat bersama-sama aktif menentukan perjalanan budaya sistem masyarakatnya.
b)   Setiap anggota masyarakat memiliki dan menjalankan kewajiban serta haknya secara proporsional dan mandiri sesuai dengan fungsi dan tanggung jawabnya dalam struktur masyarakat.
c)    Setiap anggota masyarakat memiliki hubungan saling ketergantungan yang positif, tidak terdapat struktur subyek-obyek dalam tatanan masyarakat
d)   Roda aktivitas masyarakat selalu dilandasi oleh nilai etik yang disepakati bersama. 

Dengan nilai-nilai seperti di atas maka kehidupan ekonomi, politik, hukum, dan sebagainya akan berjalan bagus. Masyarakat seperti ini adalah masyarakat yang cerdas, kokoh, dan sangat tanggap serta adaptif terhadap setiap perubahan sehingga mampu survive dalam segala kondisi.

    Untuk tetap menjamin (Sertifikat Kepengurusan Teknik Industri) dan keberadaan nilai-nilai di atas dalam kehidupan masyarakat maka perlu diberlakukan sistem demokrasi. Tatanan masyarakat seperti ini kita sebut sebagai tatanan masyarakat madani (civil society).


 Jakarta, 7 Januari 2013
Hormat Kami
Ketua Umum
Ikatan Mahasiswa Teknik Industri
Universitas Mercu Buana


Rudini Mulya Daulay




 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar